Sejarah Singkat GMIM
Dokumen Sejarah berdirinya GMIM

Kitab Peringatan
Perayaan Pendirian Gereja Protestant Minahasa
Perayaan Pendirian Gereja Protestant Minahasa

Keputusan dari Besluit Gouverneur-Generaal
tanah Hindia Belanda
Batavia, 17 September 1934
tanah Hindia Belanda
Batavia, 17 September 1934

Susunan Acara Perayaan berdirinya GMIM
Tomohon 30 September 1934
Tomohon 30 September 1934
Sejak berdirinya GMIM hingga kini telah dipimpinh oleh 15 ketua Sinode yaitu :
1. Ds. E.A.A.D. de Vreede ( 1934-1935)
2. Ds.C.D. Buunck (1935-1937)
3. Ds. H.H. van Herweden (1937-1941)
4. Ds. G.P.H. Locker (1941-1942)
5. Ds. A.Z.R. Wenas (1942-1951)
6. Ds. M. Sondakh (1951-1954)
7. Ds. A.Z.R. Wenas (1955-1967)
8. Ds. R.M. Luntungan (1967-1979)
9. Pdt. DR.W.A.Roeroe (1979-1990)
10. Pdt. K.H. Rondo (1990-1995)
11. Pdt. Prof. DR.W.A.Roeroe (1995-2000)
12. Pdt. DR. A.F. Parengkuan (2000-2005)
13. Pdt. DR. A.O. Supit (2005-2010)
14. Pdt. Piet M. Tampi, STh, Msi (2010-2014)
15. Pdt. DR. Henny W. B. Sumakul (2014-2018)
VISI DAN MISI GMIM
TEMA DGD
Allah Kehidupan, Tuntunlah Kami ke dalam Keadilan dan Perdamaian
TEMA PGI & GMIM
“TUHAN MENGANGKAT KITA DARI SAMUDERA RAYA”
(Bdk Mzm 71 : 20 b)
SUB TEMA
“Dalam Solidaritas Dengan
Sesama Anak Bangsa Kita Tetap Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila Guna
Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme, dan Perusakan
Lingkungan”
VISI GMIM
“GMIM yang Kudus, Am dan Rasuli”
GMIM yang Kudus.
Gereja, secara khusus GMIM dipahami
sebagai persekutuan orang-orang kudus yang telah dibenarkan dan
ditebus oleh Yesus Kristus ( 1 Korintus 1:30). Hal ini menjadi
pengakuan gereja sepanjang masa sebagaimana termuat dalam pengakuan
Iman Nicea Konstantinopel yang mengungkapkan: “Aku percaya satu gereja
yang Kudus dan, Am dan Rasuli”. Apa artinya kata kudus itu? Kata kudus
dalam Alkitab berasal dari kata kata Qadosh ( Ibrani) yang berarti = disendirikan, dipisahkan, dikhususkan. Dalam bahasa Yunani disebut hagios
yang berarti suatu pemisahan. Dengan demikian orang-orang yang kudus
adalah orang-orang yang dipisahkan , dikuduskan, dikhususkan di dalam
Kristus dan yang menikmati keselamatan daripada-Nya. Persekutuan
orang-orang kudus, berarti persekutuan orang-orang yang memiliki
kekhususan, perbedaan dengan orang lain, yakni orang-orang yang sungguh
sungguh hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, namun yang tetap berada di
tengah dunia dan terus memberitakan tentang Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat kepada banyak orang.
Gereja adalah kudus oleh sebab Allah
memandang kepada kita di dalam Kristus, artinya sebagai manusia yang
dosanya telah ditebus oleh kematian serta kebangkitan Kristus. Gereja
itu kudus sebab ia dikuduskan oleh Allah yang telah memberikan Yesus
Kristus menjadi Kepala Gereja. Kita mengaku bahwa Gereja itu kudus
dalam memandang dan percaya kepada Yesus Kristus, yang telah menguduskan
milik-Nya.
GMIM yang Am
Kata Am berarti umum, universal, berasal
dari bahasa Latin: catholicam . Hal ini mau mengatakan bahwa
keberadaan gereja tidaklah dibatasi oleh ruang, tempat dan waktu.
Gereja itu adalah am, karena pekerjaan Yesus Kristus yang merupakan
Kepalanya dan bahwasannya Kristus adalah juruselamat untuk dunia dan
seluruh umat manusia. Gereja dihadirkan Tuhan di tengah-dunia ini tanpa
dibatasi dengan waktu, tempat, suku, ras, strata sosial, dsb . Dengan
demikian keanggotaan GMIM tidak hanya dibatasi pada orang dari
suku-suku tertentu , tetapi terbuka bagi siapa saja. Dengan mengingat
sifat gereja yang am itu, maka GMIM-pun menyadari bahwa perlu
diadakan hubungan kerjasama dengan gereja-gereja seazas dan
gereja-gereja lain baik yang ada di tingkat lokal, regional, nasional
dan Internasional, demi mewujudkan keesaan gereja.
GMIM yang Rasuli
Kata rasuli berarti bersifat kerasulan. Kata Rasul dalam bahasa Yunani disebut apostolos(utusan).
Kata apostolos, berasal dari kata kerja apostello, yang berarti :
mengutus dengan tujuan khusus. Dengan demikian dipahami bahwa Gereja
diutus ke dalam dunia untuk tugas khusus untuk memberitakan tentang
keselamatan di dalam Kristus. Gereja mengemban tugas-tugas kerasulan (
apostolat) yaitu untuk mewartakan Injil kepada segala mahluk ( Markus
16: 15), sambil terus memperjuangkan keadilan, kedamaian dan
kesejahteraan bagi banyak orang.
MISI
- Meningkatkan spiritualitas beriman warga gereja dalam kehidupan sehari-hari
- Meningkatkan keesaan dengan gereja-gereja di Indonesia dan di seluruh dunia
- Meningkatkan pelayanan misi dan diakonia yang holistik bagi keadilan, perdamaian dan kesejahteraan sosial yang menjamin keberlangsungan keutuhan ciptaan.
- Meningkatkan kapasitas kelembagaan GMIM
TUJUAN
- Mencapai tingkat spiritualitas beriman warga gereja yang mampu mewujudkan pola hidup Yesus Kristus dalam semua bidang kehidupan.
- Mencapai kualitas komunikasi dan kerjasama gereja-gereja yang saling mengakui dan menerima untuk mewujudkan gereja yang esa di seluruh dunia.
- Memperluas jangkauan pemberitaan Injil kepada segala makhluk (dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan hidup).
- Memperluas upaya-upaya diakonal untuk mencapai keadilan, perdamaian, kesejahteraan dan keutuhan ciptaan.
- Mencapai GMIM yang mandiri dalam teologi sumber daya dan dana. ( Sumberdaya : alam, manusia, manajerial dan dana).
Arti Lambang GMIM

- Lambang GMIM terdiri dari dua lingkaran konsentris, yang pada lingkaran luar tertera tulisan: GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA disertai satu gambar bintang bersegi delapan; lingkaran bagian dalam tertera gambar burung Manguni dengan telinga, mata dan sayap terbuka sambil bertengger di atas ranting dan enam ujung anak panah yang arahnya menyebar. Pada bagian dada dari burung Manguni terdapat simbol Mawar Reformasi yang berintikan salib yang melekat atas simbol hati dalam satu lingkaran bumi.
- Simbol burung Manguni digunakan sebagai lambang GMIM, karena jenis burung ini telah dikenal secara universal sebagai simbol hikmat. Dari latar belakang budaya Minahasa, burung Manguni dipandang sebagai pembawa kabar baik atau kabar buruk, yang meng-isyaratkan adanya suruhan atau sebaliknya larangan. Setiap orang percaya terpanggil untuk mendengar Firman Tuhan. Karena itu lambang ini tidak dapat dilepaskan dari lambang Salib dan Mawar Reformasi, yang adalah pokok keyakinan iman Kristen. Salib dan Mawar Reformasi pada pusat burung Manguni melam-bangkan bahwa Yesus Kristus berada di atas dan dalam kebudayaan manusia. Dialah sumber hikmat umat-Nya, yang memberi suruhan atau pun sebaliknya larangan, yang perlu ditaati oleh sekalian umat Allah. Burung Manguni adalah salah satu burung yang mempunyai karakteristik khusus, karena ia memiliki ketajaman mata 500 kali ketajaman mata manusia. Ia mampu memberi macam-macam tanda jauh sebelum realita itu terjadi.
- Gambar burung Manguni berwarna coklat tua melam-bangkan kedewasaan dan kemandirian yang mencirikan kehidupan berjemaat dalam GMIM. Bulatan warna biru di dada melambangkan Gereja yang diutus ke dalam dunia. Biru laut melambangkan kekudusan dan kebe-naran Injil Yesus Kristus. Warna hitam pada salib di tengah hati (jantung) yang berwarna merah melam-bangkan pengorbanan Kristus yang menjiwai tritugas Gereja.
- Bulan September (bulan ke-9) di mana GMIM berdiri sendiri dilambangkan pada sembilan helai sayap luar terkembang, sedangkan untuk tanggal 30 tergambar pada lima kelopak daun dan ujung meruncing yang me-lingkari jantung. Sedangkan tahun 1934 adalah jumlah keseluruhan sayap manguni. Pada bagian ekor terdapat masing-masing 10 ranting yang menggambarkan 10 klasis yakni: Manado, Maumbi, Tomohon, Tondano, Langowan, Sonder, Ratahan, Amurang, Kumelembuai (Motoling), dan Airmadidi. Keenam ujung tombak yang mengarah ke bawah, melambangkan keenam distrik di Minahasa pada waktu itu, yakni distrik Manado, Tonsea, Toulour, Kawangkoan, Amurang, dan Ratahan. Tulisan GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA menyatakan bahwa GMIM hanya ada di Minahasa, walaupun pela-yanannya menjangkau seluruh dunia dan warna hitam pada tulisan itu menyatakan solidaritas sampai akhir.