SERIBU DAN SERATUS RIBU

Uang seratus ribu dan uang receh
seribu rupiah adalah uang yang di lahirkan di negara yang sama, di
edarkan oleh bank yang sama dan memiliki kegunaan yang sama pula yaitu
sebagai alat untuk membeli barang atau segala hal yang di jual.
Setelah uang seratus ribu dan uang
seribu rupiah di edarkan dari bank indonesia, mereka berdua terpisah
dalam tempo waktu yang cukup lama. Namun setelah empat bulan lamanya
tanpa di sengaja mereka bertemu kembali di dalam sebuah dompet milik
seorang pemuda. Perpisahan antara uang seratus ribu dan uang seribu
rupiah yang sudah cukup lama, akhirnya sebuah percakapan di antara
merekapun terjadi.
Uang Seratus Ribu : Setelah sekian lama terpisah, ko penampilan kamu sekarang jadi kucel, bau amis, kotor dan lusuk banget sih bu ???
Uang Seribu : Dulu waktu kita keluar bareng dari bank indonesia, aku langsung berada di tangan-tangan orang bawahan seperti tukang becak, pengemis, tukan ikan, tukang sayur dan orang-orang menengah kebawah lainnya tus.
“Lalu uang seribu rupiah bertanya balik kepada uang seratus ribu”Uang seribu : Terus kenapa kamu terlihat begitu rapih, wangi dan nampak masih segar seperti baru keluar dari bank indonesia tus ?Uang Seratus Ribu : Saya seperti ini sekarang karena dulu waktu keluar dari bank indonesia, saya langsung berada di tangan-tangan orang menengah keatas seperti para pejabat, pengusahan, masuk ke restoran-restoran mewah, malah saya masuk ke hotel-hotel berbintang bu.Uang Seribu : Pernahkah kamu masuk ke mesjid-mesjid dan ke tempat-tempat peribadahan umat beragama lainnya tus ?Uang Seratus Ribu : Belum pernah sama sekali bu.Uang Seribu : Ketahuilah, walaupun keadaan saya yang seperti sekarang ini (Kucel, dekil, dan Lusuk), Saya setiap hari jum’at tidak pernah tidak masuk ke dalam mesjid-mesjid dan setiap hari minggu saya tidak pernah tidak masuk ke gereja-gereja. Walaupun keadaan saya sering di pandang sebelah mata oleh orang-orang, namun saya bangga menjadi diri saya yang saat ini sedemikian adanya. Karena saya bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi para pengemis, anak jalanan, dan bisa membantu untuk pembangunan tempat-tempat peribadahan walaupun nilai diri saya tidak sebesar nilai diri kamu tus.
Akhirnya ketika mendengatr kata-kata
uang seribu rupiah, uang seratus ribupun menangis karena tadinya dia
merasa gagah, hebat, memiliki nilai yang tinggi dan penampilannyapun
rapih, awet muda, wangi, namun tidak bisa memberikan manfaat kepada
orang-orang tidak mampu yang membutuhan.
Kabar tentang
Asmirandah berpindah agama sudah menyebar di masyarakat Indonesia.
Awalnya, kabar tentang Asmirandah pindah agama masih banyak yang simpang
siur, namun setelah ada konfirmasi dan video kesaksian Asmirandah,
berita ini sudah benar adanya, bukan lagi sekedar isu.
Mengapa Asmirandah menjadi Kristen? ini menjadi pertanyaan banyak orang.
Menurut kesaksian Asmiranda di Tiberias Gading Nias Kelapa Gading, dia
bermimpi sebanyak 3 kali. Dalam mimpinya, dia bertemu dengan orang yang
memakai jubah putih. Orang tersebut mengatakan : "Kalau kamu ikut Aku,
kamu selamat dan Masuk Surga". Orang dalam mimpinya tersebut juga
mengatakan: "Akulah jalan Kebenaran Hidup, tidak ada seorangpun yang
datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku"
Asmirandah mencari perkataan yang di dengarnya dalam mimpi di kitab suci
agama yang dianutnya pada saat itu, namun Asmirandah tidak menemukan
ayat tersebut. Dia bertanya kepada Jonas Rivanno, suaminya; Jonas
mengatakan bahwa itu ayat di Alkitab. Ayatnya tertulis di Yohanes 14:6.
Menurut kabar yang beredar, Asmirandah sudah di baptis di Gereja
Tiberias Jakarta. Mereka sering ibadah di Gereja Tiberias Mall Of
Indonesia Kelapa Gading jam 2 siang. Asmirandah juga sudah bersaksi di
Gereja Tiberias Grand Indonesia Menara BCA lantai 42.
Menurut sang ayah, Asmirandah putri yang sangat dicintainya itu kini
sudah dewasa sehingga ia tidak mau lagi ikut campur urusan Asmirandah
karena semua yang dilakukan putrinya akan menjadi tanggung jawab sang
putri sendiri. Walaupun mengaku kecewa, namun Farmidji tidak bisa
berbuat apa-apa karena ia tak mau ikut campur lagi soal prinsip yang
dipegang Asmirandah. "Saya memang kecewa, sangat kecewa. Tapi saya tidak
akan mencampuri urusannya, Asmirandah kan sudah dewasa. Apa yang
dilakukannya akan menjadi tanggung jawabnya," ucap Farmidji seperti
dilansir Was Was, Selasa 17 Desember 2013.
Soal Asmirandah yang kabarnya telah berpindah keyakinan agar bisa
menikah dengan Jonas Rivanno, Farmidji menyerahkan semuanya kepada
Asmirandah. Menurutnya, walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetaplah
putrinya dan itu tidak akan pernah berubah. Terbukti, Farmidji dan sang
istri tetap menerima kedatangan Asmirandah saat ibundanya berulang
tahun. "Asmirandah tetap anak kami. Dia juga sempat datang ke ulang
tahun ibunya karena ia memang masih mengakui kami sebagai keluarganya.
Walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetap anak kami," ungkapnya.
Mengenai dimana keberadaan Asmirandah sekarang, Farmidji mengaku baru
mengetahui kalau anaknya sekarang tinggal di Cibubur. Ia tahu hal ini
dari Asmirandah langsung. "Saya juga baru tahu, Asmirandah yang bilang
kalau dia tinggal di Cibubur sekarang," jelas pria asal Belanda yang
sudah lama menjadi mualaf ini.
Asmirandah menyadari betul setiap orang berhak memberikan komentar dan
penilaian terhadap dirinya yang pindah keyakinan. Namun, ia enggan
berpusing-pusing dengan cibiran tersebut.
"Orang-orang di luar mencibir, saya enggak permasalahkan itu. Buat saya
semua orang bebas dan punya hak menilai saya seperti apa," ucapnya,
Rabu, (29/1/2014), ditemui di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kawasan
Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat.
Namun, ia berharap orang lain menghargai keputusan yang telah
diambilnya. Lagipula orangtuanya sudah mengetahui tentang perkembangan
hubungannya bersama Jonas Rivanno, pria menikahinya tersebut. "Tolong
hargai keputusan saya," lanjutnya.
Selain itu, ia juga mengatakan kepada awak media supaya tidak lagi
mengorek tentang kehidupan pribadinya terlalu dalam. "Saya hanya manusia
biasa. Saya punya hak untuk privasi saya," tandasnya.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Bacaan Alkitab : Ibrani
4 : 16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih
karunia,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat
pertolongan kita
pada waktunya. (Ibrani 4 : 16).
Kita semua memiliki kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik, emosional
sampai rohani. Ketika Anda memerlukan hal-hal yang mendasar, entah itu
makanan, air, penerimaan orang lain atau pengertian, kemanakah Anda
mencari? Ketika hal yang mendasar tidak ada dalam hidup Anda, sangatlah
mudah untuk merasa sendiri. Namun ingatlah, TUHAN mengetahui apa yang
Anda butuhkan bahkan sebelum Anda memberitahuNya. Ibrani 4:13
menyatakan, “Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
Dia …”
Beberapa orang menganggap hal ini sebagai hal yang mengintimidasi,
seolah-olah ada “kakak” yang sedang mengamat-amati kita. Namun TUHAN
adalah Bapa yang mengasihi dan penuh belas kasihan yang peduli terhadap
anak-anakNya. Dialah gembala kita, yang dengan lembut menuntun kita
menjalani hidup dan mengarahkan kita untuk kembali ketika kita tersesat
(Mazmur 23). Lebih daripada itu, Ia rindu untuk memenuhi kebutuhan kita
dan senantiasa melakukan apa yang terbaik bagi kita (Roma 8:28).
Bapa kita siap dan sanggup untuk berkarya dalam hidup kita. Dan Ia
mengajak kita untuk dating ke tahtaNya dengan penuh keyakinan, membawa
permohonan kita kepadaNya. Sebagai orang Kristen yang memiliki akses
kepadaNya melalui Yesus, kita dapat menunjukkan kerinduan dan pergumulan
kita dengan bebas tanpa rasa takut. Kita dapat mengharapkan jawaban.
Bisa mendapatkan apa yang kita minta, atau mungkin TUHAN memberitahu
kita untuk menunggu. Terkadang ‘tidak’ yang jadi jawaban. Tetapi walau
demikian kita yakin, Ia melakukannya untuk kebaikan kita.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Bacaan Alkitab : Ibrani
4 : 16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih
karunia,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat
pertolongan kita
pada waktunya. (Ibrani 4 : 16).
Kita semua memiliki kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik, emosional
sampai rohani. Ketika Anda memerlukan hal-hal yang mendasar, entah itu
makanan, air, penerimaan orang lain atau pengertian, kemanakah Anda
mencari? Ketika hal yang mendasar tidak ada dalam hidup Anda, sangatlah
mudah untuk merasa sendiri. Namun ingatlah, TUHAN mengetahui apa yang
Anda butuhkan bahkan sebelum Anda memberitahuNya. Ibrani 4:13
menyatakan, “Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
Dia …”
Beberapa orang menganggap hal ini sebagai hal yang mengintimidasi,
seolah-olah ada “kakak” yang sedang mengamat-amati kita. Namun TUHAN
adalah Bapa yang mengasihi dan penuh belas kasihan yang peduli terhadap
anak-anakNya. Dialah gembala kita, yang dengan lembut menuntun kita
menjalani hidup dan mengarahkan kita untuk kembali ketika kita tersesat
(Mazmur 23). Lebih daripada itu, Ia rindu untuk memenuhi kebutuhan kita
dan senantiasa melakukan apa yang terbaik bagi kita (Roma 8:28).
Bapa kita siap dan sanggup untuk berkarya dalam hidup kita. Dan Ia
mengajak kita untuk dating ke tahtaNya dengan penuh keyakinan, membawa
permohonan kita kepadaNya. Sebagai orang Kristen yang memiliki akses
kepadaNya melalui Yesus, kita dapat menunjukkan kerinduan dan pergumulan
kita dengan bebas tanpa rasa takut. Kita dapat mengharapkan jawaban.
Bisa mendapatkan apa yang kita minta, atau mungkin TUHAN memberitahu
kita untuk menunggu. Terkadang ‘tidak’ yang jadi jawaban. Tetapi walau
demikian kita yakin, Ia melakukannya untuk kebaikan kita.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Bacaan Alkitab : Ibrani
4 : 16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih
karunia,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat
pertolongan kita
pada waktunya. (Ibrani 4 : 16).
Kita semua memiliki kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik, emosional
sampai rohani. Ketika Anda memerlukan hal-hal yang mendasar, entah itu
makanan, air, penerimaan orang lain atau pengertian, kemanakah Anda
mencari? Ketika hal yang mendasar tidak ada dalam hidup Anda, sangatlah
mudah untuk merasa sendiri. Namun ingatlah, TUHAN mengetahui apa yang
Anda butuhkan bahkan sebelum Anda memberitahuNya. Ibrani 4:13
menyatakan, “Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
Dia …”
Beberapa orang menganggap hal ini sebagai hal yang mengintimidasi,
seolah-olah ada “kakak” yang sedang mengamat-amati kita. Namun TUHAN
adalah Bapa yang mengasihi dan penuh belas kasihan yang peduli terhadap
anak-anakNya. Dialah gembala kita, yang dengan lembut menuntun kita
menjalani hidup dan mengarahkan kita untuk kembali ketika kita tersesat
(Mazmur 23). Lebih daripada itu, Ia rindu untuk memenuhi kebutuhan kita
dan senantiasa melakukan apa yang terbaik bagi kita (Roma 8:28).
Bapa kita siap dan sanggup untuk berkarya dalam hidup kita. Dan Ia
mengajak kita untuk dating ke tahtaNya dengan penuh keyakinan, membawa
permohonan kita kepadaNya. Sebagai orang Kristen yang memiliki akses
kepadaNya melalui Yesus, kita dapat menunjukkan kerinduan dan pergumulan
kita dengan bebas tanpa rasa takut. Kita dapat mengharapkan jawaban.
Bisa mendapatkan apa yang kita minta, atau mungkin TUHAN memberitahu
kita untuk menunggu. Terkadang ‘tidak’ yang jadi jawaban. Tetapi walau
demikian kita yakin, Ia melakukannya untuk kebaikan kita.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Bacaan Alkitab : Ibrani
4 : 16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih
karunia,
supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat
pertolongan kita
pada waktunya. (Ibrani 4 : 16).
Kita semua memiliki kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisik, emosional
sampai rohani. Ketika Anda memerlukan hal-hal yang mendasar, entah itu
makanan, air, penerimaan orang lain atau pengertian, kemanakah Anda
mencari? Ketika hal yang mendasar tidak ada dalam hidup Anda, sangatlah
mudah untuk merasa sendiri. Namun ingatlah, TUHAN mengetahui apa yang
Anda butuhkan bahkan sebelum Anda memberitahuNya. Ibrani 4:13
menyatakan, “Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
Dia …”
Beberapa orang menganggap hal ini sebagai hal yang mengintimidasi,
seolah-olah ada “kakak” yang sedang mengamat-amati kita. Namun TUHAN
adalah Bapa yang mengasihi dan penuh belas kasihan yang peduli terhadap
anak-anakNya. Dialah gembala kita, yang dengan lembut menuntun kita
menjalani hidup dan mengarahkan kita untuk kembali ketika kita tersesat
(Mazmur 23). Lebih daripada itu, Ia rindu untuk memenuhi kebutuhan kita
dan senantiasa melakukan apa yang terbaik bagi kita (Roma 8:28).
Bapa kita siap dan sanggup untuk berkarya dalam hidup kita. Dan Ia
mengajak kita untuk dating ke tahtaNya dengan penuh keyakinan, membawa
permohonan kita kepadaNya. Sebagai orang Kristen yang memiliki akses
kepadaNya melalui Yesus, kita dapat menunjukkan kerinduan dan pergumulan
kita dengan bebas tanpa rasa takut. Kita dapat mengharapkan jawaban.
Bisa mendapatkan apa yang kita minta, atau mungkin TUHAN memberitahu
kita untuk menunggu. Terkadang ‘tidak’ yang jadi jawaban. Tetapi walau
demikian kita yakin, Ia melakukannya untuk kebaikan kita.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
AKU TIDAK ADA di SORGA
!!!
Kamis, Agustus 22, 2013 Ilustrasi dan Motivasi 1 comment
Shalom friends, selamat pagi.
Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan
dunia. Aku juga bisa merubah perilaku bahkan sifat manusia, karena
manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh,
bahkan meninggalkan iman keyakinannya demi aku!
Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai
aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin dan terhormat atau
terhina.
Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku. Aku juga
bukan orang ke tiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku.
Sangat jelas juga aku bukan TUHAN, tapi manusia menyembah aku seperti
TUHAN, bahkan kerap kali hamba-hamba TUHAN lebih menghormati aku,
padahal TUHAN sudah pesan jangan jadi hamba...
Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia jadi budakku.
Aku tidak mengorbankan diriku untuk siapapun, tapi banyak orang rela
mati demi aku.
Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda,
tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda. Kalau suatu hari anda di
panggil TUHAN, aku tidak bisa menemani anda, anda harus menghadap
sendiri kepada sang pencipta lalu menerima penghakiman-Nya.
Saat itu, TUHAN pasti akan bertanya, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA
MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya aku sebagai TUHAN?
Ini informasi terakhirku: AKU TIDAK ADA di SORGA !!!
Jadi...jangan cari aku disana.
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu
uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya
dengan berbagai-bagai duka." (1 Tim 6:10).
Salam sayang.
Ttd.
UANG.
Note : Silahkan di share kepada teman-temanmu yang lain agar mereka
tidak menjadikan aku sebagai tuhan.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Berilah Tempat Bagi Roh Kudus di Hidupmu
Bahan Bacaan Alkitab : Kis : 19:1-12
Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka , dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.(Kis:19:6)
Salah satu kerinduan dari mereka yang mengaku percaya pada Tuhan adalah
mereka memiliki perubahan diri dan mampu mengatasi pergumulan hidup
secara luar biasa. Dengan kata lain, mereka mengaharapkan adanya nilai
tambah terhadap Tuhan dan Tuhan mau memakai mereka melakukan sesuatu
“mujizat” dalam hidup mereka. Namun sayangnya, banyak yaang akhirnya
kecewa dan sampai menyangkali imannya karena harapan dimaksud tidak
tercapai.
Percakapan antara Paulus dengan beberapa orang percaya di Efesus,
rupanya menjelaskan hal yang sama. Sebelum Paulus memasuki Efesus,
ternyata misi pekabaran injil telah sampai di daerah itu dengan
didapatinya sejumlah murid (pengikut) Kristus.
Para murid ini telah bertobat dan menerima baptisan Yohanes. Namun
proses perubahan oleh Roh Kudus belum mereka rasakan sehingga belum ada
sesuatu”perubahan” yang mereka atau orang sekitar alami karena kehadiran
mereka sebagai murid Kristus. Itulah sebabnya, Paulus memenuhi
’pelengkap’ kerohanian mereka dengan urapan Roh Kudus. Proses yang
berlangsung ini menghasilkan sebuah perubahan diri dengan kemampuan
mereka berbahasa Roh dan melakukan nubuatan. Perubahan diri ini
memperteguh iman percaya mereka akan Kristus dan memberi semangat dalam
menyaksikan kebenaran injil Kristus.
Pergumulan seperti ini tentunya masih dialami oleh sejumlah orang
percaya. Kita percaya karena kita butuh perubahan. Perubahan itu dapat
kita jalani dan nyatakan kepada orang lain, manakala kita
sungguh-sungguh membuka diri untuk di ‘lengkapi’ oleh Roh Kudus. Caranya
hidup dalam pertobatan yang sungguh dan memberi diri untuk dipakai
Tuhan untuk kemuliaan namaNya.
Doa: Tuhan, lengkapilah diriku dengan karunia Roh yang berasal dari
pada-Mu, agar hidup dan karyaku dapat memuliakan namaMu, amin!
SIKAP DI DALAM DOA
Matius 6:5-8
Doa..... apalagi namanya kalau bukan sebagai “nafas hidup orang beriman” seperti yang sering orang istilahkan? Ya, itulah makna doa. Sebagian orang ada yang mengatakan bahwa doa adalah “meminta” kepada Tuhan. Oh, itu juga ada benarnya. Sebab, apa pun alasan Anda mendefinisikan tentang doa, ujung-ujungnya pasti juga soal meminta. Ada juga orang mengatakan bahwa berdoa itu adalah sarana “berkomonikasi dengan Allah”. Oh, siapa yang mengatakan itu salah? Kalau doa bukan berkomunikasi dengan Allah, lalu apa istilah lain yang lebih tepat untuk kita dapat menggambarkannya secara sempurna? Saudara, sepanjang kita menganggap bahwa doa itu penting dan berharga, sepanjang itu pula kita kita memberikan makna yang berharga sebagai bentuk logis penghargaan kita tentang doa. Tentang doa, tidak jarang saking orang menghargainya, soal cara pun dipersoalkan. Ya, sampai sampai soal mana cara doa yang benar yang sekiranya berkenan kepada Tuhan!
Ada yang berpendapat bahwa berdoa dengan lipat tangan dan pejamkan mata, itu cara yang paling khusuk dalam berdoa. O, ya? Yang lain lagi berpendapat, bahwa berdoa itu bebas, sebebas kita mengekspresikan jiwa kita, tanpa harus terikat dengan cara segala. Biasanya kedua ektrim tersebut mempunyai alasan masing-masing. Yang menganggap bahwa berdoa dengan lipat tangan dan pejamkan mata, itu cara berdoa yang lebih sreg! Oh...oh...oh...oh... alasannya? Karena dengan lipat tangan dan pejamkan mata itu merupakan ekspresi paling mendalam yang merangkum seluruh jiwa raga secara bulat dan utuh. Oh, ya? Sedangkan yang mengatakan, bahwa berdoa dengan dengan tangan bebas, sikap tengadah ke atas dan tanpa tutup mata itulah cara berdoa yang benar! Oh...oh...oh...oh...alasannya? Karena itulah cara berdoa yang paling alkitabiah, ada ayatnya lagi! Oh, ya?
Soal doa..... terkadang kita hanya sibuk mempermasalahkan soal cara, dan soal dengan kalimat apa dan bagaimana kita harus berdoa. Padahal persoalan kita yang paling prinsif adalah, apakah kita sungguh-sungguh menganggap bahwa doa itu sebagai nafas hidup kita? Apakah kita menganggap bahwa doa itu sesuatu yang penting dalam hidup kita sehingga kita menjadi sungguh-sungguh berdoa? Jika jawabnya “Ya”, tentu kita akan selalu berdoa, baik ketika mengawali segala aktivitas memohon penyertaan, petunjuk dan berkat dari Tuhan dan mengakhiri aktivitas kita dengan ucapan syukur dalam doa-doa kita. Bukan hanya sekekali berdoa, kapan-kapan diperlukan. Kapan-kapan berdoa, tunggu masalah menimpa, baru berdoa. Layaknya ban serep, kapan-kapan dibutuhkan! Jika jawabannya “Ya”, tentu kita akan berusaha untuk belajar berdoa, supaya bisa berdoa. Bukan seumuran tak bisa berdoa. Mengucapkan beberapa kalimat mohon berkat Tuhan ketika hadapi piring makanan pun sampai kiamat terlalu sulit untuk diucapkan!
Memang banyak orang yang dapat berdoa dengan lancar, kata-katanya pun indah di dengar. Itu baik, tidak salah. Kita tidak boleh mengatakan bahwa orang-orang yang mengucapkan kalimat doanya dengan indah itu salah. Tidak, tidak sama sekali! Apalagi kalau itu memang cara dia berdoa, karena sudah terbiasa berdoa. Tetapi masalahnya, bila doa itu hanya sebatas mulut, apa pun sikap tubuh yang Anda peragakan, belumlah berarti apa-apa untuk sebuah doa dalam arti yang sesungguhnya! Itu hanyalah ibarat buah-buah plastik. Bagus dan menarik kulitnya, indah bentuknya menyerupai buah yang aslinya, tapi kosong tak berisi. Namun salah jugalah kita, bila hanya karena alasan bahwa karena itu “maha tahu” lalu kita sembarangan saja mengucapkan kalimat doa, kesana kemari tidak jelas tujuan, berputar-putar cukup lama akhirnya kembali ke kalimat semula. Ibaratkan kapal pesiar yang hanya mondar mandir di tengah lautan akhirnya kembali lagi ke dermaga semula! Apalagi bila ini dilakukan untuk doa syafaat, maaf......jangan-jangan hanya memperlambat berkat, padahal Tuhan sudah mau mencurahkan berkat secara cepat! Lalu bagaimana sikap yang benar di dalam doa? Nah ini. Sederhana sekali, seperti yang Yesus ajarkan dalam nas ini. Apa intinya?
Doa..... apalagi namanya kalau bukan sebagai “nafas hidup orang beriman” seperti yang sering orang istilahkan? Ya, itulah makna doa. Sebagian orang ada yang mengatakan bahwa doa adalah “meminta” kepada Tuhan. Oh, itu juga ada benarnya. Sebab, apa pun alasan Anda mendefinisikan tentang doa, ujung-ujungnya pasti juga soal meminta. Ada juga orang mengatakan bahwa berdoa itu adalah sarana “berkomonikasi dengan Allah”. Oh, siapa yang mengatakan itu salah? Kalau doa bukan berkomunikasi dengan Allah, lalu apa istilah lain yang lebih tepat untuk kita dapat menggambarkannya secara sempurna? Saudara, sepanjang kita menganggap bahwa doa itu penting dan berharga, sepanjang itu pula kita kita memberikan makna yang berharga sebagai bentuk logis penghargaan kita tentang doa. Tentang doa, tidak jarang saking orang menghargainya, soal cara pun dipersoalkan. Ya, sampai sampai soal mana cara doa yang benar yang sekiranya berkenan kepada Tuhan!
Ada yang berpendapat bahwa berdoa dengan lipat tangan dan pejamkan mata, itu cara yang paling khusuk dalam berdoa. O, ya? Yang lain lagi berpendapat, bahwa berdoa itu bebas, sebebas kita mengekspresikan jiwa kita, tanpa harus terikat dengan cara segala. Biasanya kedua ektrim tersebut mempunyai alasan masing-masing. Yang menganggap bahwa berdoa dengan lipat tangan dan pejamkan mata, itu cara berdoa yang lebih sreg! Oh...oh...oh...oh... alasannya? Karena dengan lipat tangan dan pejamkan mata itu merupakan ekspresi paling mendalam yang merangkum seluruh jiwa raga secara bulat dan utuh. Oh, ya? Sedangkan yang mengatakan, bahwa berdoa dengan dengan tangan bebas, sikap tengadah ke atas dan tanpa tutup mata itulah cara berdoa yang benar! Oh...oh...oh...oh...alasannya? Karena itulah cara berdoa yang paling alkitabiah, ada ayatnya lagi! Oh, ya?
Soal doa..... terkadang kita hanya sibuk mempermasalahkan soal cara, dan soal dengan kalimat apa dan bagaimana kita harus berdoa. Padahal persoalan kita yang paling prinsif adalah, apakah kita sungguh-sungguh menganggap bahwa doa itu sebagai nafas hidup kita? Apakah kita menganggap bahwa doa itu sesuatu yang penting dalam hidup kita sehingga kita menjadi sungguh-sungguh berdoa? Jika jawabnya “Ya”, tentu kita akan selalu berdoa, baik ketika mengawali segala aktivitas memohon penyertaan, petunjuk dan berkat dari Tuhan dan mengakhiri aktivitas kita dengan ucapan syukur dalam doa-doa kita. Bukan hanya sekekali berdoa, kapan-kapan diperlukan. Kapan-kapan berdoa, tunggu masalah menimpa, baru berdoa. Layaknya ban serep, kapan-kapan dibutuhkan! Jika jawabannya “Ya”, tentu kita akan berusaha untuk belajar berdoa, supaya bisa berdoa. Bukan seumuran tak bisa berdoa. Mengucapkan beberapa kalimat mohon berkat Tuhan ketika hadapi piring makanan pun sampai kiamat terlalu sulit untuk diucapkan!
Memang banyak orang yang dapat berdoa dengan lancar, kata-katanya pun indah di dengar. Itu baik, tidak salah. Kita tidak boleh mengatakan bahwa orang-orang yang mengucapkan kalimat doanya dengan indah itu salah. Tidak, tidak sama sekali! Apalagi kalau itu memang cara dia berdoa, karena sudah terbiasa berdoa. Tetapi masalahnya, bila doa itu hanya sebatas mulut, apa pun sikap tubuh yang Anda peragakan, belumlah berarti apa-apa untuk sebuah doa dalam arti yang sesungguhnya! Itu hanyalah ibarat buah-buah plastik. Bagus dan menarik kulitnya, indah bentuknya menyerupai buah yang aslinya, tapi kosong tak berisi. Namun salah jugalah kita, bila hanya karena alasan bahwa karena itu “maha tahu” lalu kita sembarangan saja mengucapkan kalimat doa, kesana kemari tidak jelas tujuan, berputar-putar cukup lama akhirnya kembali ke kalimat semula. Ibaratkan kapal pesiar yang hanya mondar mandir di tengah lautan akhirnya kembali lagi ke dermaga semula! Apalagi bila ini dilakukan untuk doa syafaat, maaf......jangan-jangan hanya memperlambat berkat, padahal Tuhan sudah mau mencurahkan berkat secara cepat! Lalu bagaimana sikap yang benar di dalam doa? Nah ini. Sederhana sekali, seperti yang Yesus ajarkan dalam nas ini. Apa intinya?
Bagaimana Cara Berdoa yang Benar ?
Pertama, berdoa yang benar itu harus dimulai dari kedalaman niat hati yang murni. Bukan dimulai dari cara apa Anda berdoa. Bukan dimulai dari bagaimana tangan, kepala atau mata Anda! Bukan pula dimulai dari mulut atau kalimat yang hanya basa basi ada di mulut, sementara hati masih terpenjara dalam benci, dendam, dan diselimuti awan keduniawian yang hitam! Ya, mulailah dari hati yang murni, dan ekspresikan dengan sepenuh jiwa raga secara nyaman, pantas, yang sekiranya layak Allah berkenan. Jika ini Anda lakukan, kecil kemungkinan Anda akan berdoa seperti orang munafik, seperti yang Yesus sebutkan (ay. 5).Kedua, ungkapkan saja isi hati Anda secara wajar walau dengan kalimat yang sederhana, dengan kerendahan hati, tapi jelas dan bermana. Bukan sekedar kata-kata indah yang hanya basa-basi semata. Apalagi kata-kata yang sifatnya membentak-bentak, memaksa-maksa Tuhan. Terlebih dengan Tuhan, ucapkanlah kalimat dengan sopan, karena Anda sedang berbicara dengan Raja di atas segala Raja! (ay.7).
Ketiga, milikilah sikap berdoa layaknya seperti seorang anak kepada bapaknya. Ya, layaknya seorang anak yang meyakini bahwa bapaknya pasti lebih mendengarkannya, ketimbang dengan bapak orang lain. Ya, seperti seorang anak yang meyakini bahwa ayahnya pasti menyayangi dan mengasihinya. Ya, seperti seorang anaka yang meyakini bahwa yang akan diberikan bapaknya kepadanya adalah pemberian yang baik, jika ia minta roti atau ikan yang nikmat dan menyenangkan, bukan diberikan batu atau ular atau yang mematikan! ((ay.8; bdk.Mat. 7:8-11). Ya, seperti seorang Anak yang bergantung dan percaya sepenuhnya atas kebaikan, kemurahan dan kasih sayang bapaknya!
Saudara, terlalu sulitkah berdoa? Bisa jadi, bila itu dilakukan dengan cara-cara berdoa orang munafik. Karena orang munafik bila berdoa harus memerankan tiga cara sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana memikirkan strategi supaya dianggap benar-benar berdoa, padahal hatinya tidak. Bagaimana memikirkan kaki, tangan, kepala dan mata terlebih dahulu, ya berdoa sambil berpikir! Belum lagi memikirkan kata-kata untuk di taruh di mulut, sementara hatinya disembunyikan. Ya, berdoa cara munafik memang sulit!
Saudara, apakah berdoa itu sulit? Oh...Ternyata tidak sulit bagi orang-orang yang sungguh rindu untuk berdoa. Yang menjadikan doa itu sebagai nafas hidupnya! Ya, seperti semudah dan seindah ketika anda secara otomatis bernafas. Seperti bahagianya seorang anak ketika berkomunikasi dengan bapaknya walau terkadang ia ungkapkan kata-katanya dengan terbata-bata, polos dan bersahaja. Tapi semua dimengerti oleh bapaknya walau sebelum semua kalimatnya berakhir yang tak mampu ia ucapkan secara tuntas! Saudara, sulitkah berdoa? Oh, tidak! Semudah bila saja Anda mau segera bertindak untuk mencoba. Ibaratkan lampu listrik, tinggal Anda tekan stop kontak maka lampu akan segera menyala! AMIN!
HIDUP DALAM KASIH
Bahan bacaan Alkitab : Roma 12:9-21
Manusia adalah mahkluk sosial, artinya tidak bisa hidup sendiri tanpa
memiliki hubungan dengan orang lain. Itu berarti seseorang akan
menikmati dan menjalani kehidupanya sebagai manusia yang wajar jika ia
memiliki hubungan dengan orang lain. Inilah yang membedakan antara
manusia dan binatang.
Hidup mengasihi orang lain adalah ciri khas umat Allah. Perintah Allah
yang utama adalah saling mengasihi, bukan semata-mata untuk menegaskan
bahwa manusia itu adalah mahkluk sosial, tetapi karna Allah adalah
kasih. Supaya dapat saling mengasihi secara baik dan benar, Yesus
meminta umat-Nya untuk senantiasa mendasarkan diri pada hubungan yang
erat dengan diri-Nya. Sebab Allah Sendiri melalui Yesus Kristus telah
mengasihi umat-Nya dengan memberikan nyawa-Nya.
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya
- Efesus 1:7
Mereka yang melakukan perintah ini, Yesus menyebutnya sebagai
sahabat-Nya yang menunjukkan adanya keakraban, di antara Allah dan
umat-Nya. Dalam keadaan seperti ini, umat Tuhan akan lebih memahami apa
kehendak Tuhan dalam kehidupan mereka.
Semua orang Kristen dari anak-anak sampai orang tua dapat dengan mudah
berbicara tentang kasih walaupun kenyataannya kehidupan Kristen kita
seringkali bertentangan dengan kasih. Ada sebagian orang yang berpikir
bahwa ketika ia tidak punya masalah dengan orang lain, selalu tersenyum
dan baik dengan orang lain maka ia sudah hidup dalam kasih. Namun lewat
bacaan hari ini, kita akan belajar dari Paulus tentang bagaimana caranya
seorang Kristen hidup dalam kasih.
Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan yaitu:
- jangan dengan pura-pura atau munafik,
- saling mengasihi diantara saudara,
- mendahului dalam memberi hormat,
- membantu orang-orang yang berkekurangan,
- memberi tumpangan,
- bersukacita dengan orang yang bersukacita,
- menangis dengan orang yang menangis,
- tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,
- tidak menganggap diri pandai dan
- hidup dalam perdamaian dengan semua orang.
Dengan hidup saling mengasihi, umat Allah dapat menjalankan berbagai
tugas panggilannya dengan baik dan “menghasilkan buah” bagi kemuliaan
Allah dan kebahagian kehidupannya. Jemaat sebagai umat Allah, mesti
menempatkan hal saling mengasihi sebagai ciri khas kehidupan. Jikalau
tidak, maka sebenarnya kita sedang merusak Gereja-Jemaat itu sendiri.
Bukankah banyak Gereja-Jemaat yang kalau berbicara tentang kasih begitu
bersemangat tetapi untuk melaksanakannya begitu berat? Akibatnya banyak
yang kehilangan jati dirinya, bahkan tidak berbeda dengan
organisasi-organisasi lain dalam masyarakat.
Ketika kita berusaha untuk memahami dan mengerti apa yang disampaikan
Paulus tentang hidup dalam kasih, di sini, tentu lebih mudah dari
melaksanakannya. Sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus,
kita tidak punya pilihan lain kita harus hidup dalam kasih. Semoga kita
tidak hanya pandai berbicara tentang kasih atau memahaminya saja tetapi
lebih dari itu kita juga harus tinggal di dalam kasih itu.
Sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! - Roma 12:18Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar kami dimampukan untuk selalu saling mengasihi sebab Engkau adalah kasih dan telah lebih dahulu mengasihi kami amin.
Sukacita Datang di Pagi hari
"... sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak sorai." (Mazmur 30 : 5b)
Alkitab mengatakan dalam Mazmur bahwa sukacita datang di pagi hari. Ketika Anda bangun setiap pagi, Allah mengirim paket khusus sukacita. Datang mengetuk di depan pintu Anda. Ketika
Anda bangun dalam iman dan membuat pernyataan bahwa "ini akan menjadi
hari yang baik," - kau tahu apa yang baru saja Anda lakukan?- dengan pernyataan tersebut sesungguhnya Anda telah membuka pintu bagi sukacita yang akan menghampiri anda. Anda baru saja menerima karunia sukacita yang Allah kirimkan kepada Anda. Masalahnya adalah bahwa beberapa orang tidak pernah membukakan pintu.
Sukacita telah mengetuk selama berbulan-bulan,
bertahun-tahun dan berkata, "Ayo Biarkan aku masuk!! Anda bisa bahagia!
Anda dapat ceria! Anda dapat menikmati hidup Anda!" Tapi kenyataannya
orang-orang tersebut tidak mau membukakan pintu...
Aku tidak tahu tentang Anda, tapi aku memutuskan bahwa aku akan membuka pintu untuk kegembiraan/sukacita. Aku akan bangun setiap pagi dan berkata, "Bapa, terima kasih atas hari yang indah bagiku. Aku akan bahagia, Aku akan menikmati hari ini. Aku akan mencerahkan kehidupan orang lain. Aku memilih untuk menerima hadiah sukacita yang dari pada-MU, hari ini! "
Aku tidak tahu tentang Anda, tapi aku memutuskan bahwa aku akan membuka pintu untuk kegembiraan/sukacita. Aku akan bangun setiap pagi dan berkata, "Bapa, terima kasih atas hari yang indah bagiku. Aku akan bahagia, Aku akan menikmati hari ini. Aku akan mencerahkan kehidupan orang lain. Aku memilih untuk menerima hadiah sukacita yang dari pada-MU, hari ini! "
Doa untuk hari ini :
Bapa Surgawi, terima kasih atas sukacita. Terima kasih untuk perdamaian. Terima kasih telah berjalan bersama saya melalui masa-masa sulit. Mulai hari ini saya memilih untuk selalu membuka pintu untuk kegembiraan setiap pagi , sehingga saya dapat berjalan dalam kekuatan Tuhan yang telah Engkau berikan kepada saya. Dalam Nama Yesus '. Amin.
Bapa Surgawi, terima kasih atas sukacita. Terima kasih untuk perdamaian. Terima kasih telah berjalan bersama saya melalui masa-masa sulit. Mulai hari ini saya memilih untuk selalu membuka pintu untuk kegembiraan setiap pagi , sehingga saya dapat berjalan dalam kekuatan Tuhan yang telah Engkau berikan kepada saya. Dalam Nama Yesus '. Amin.
Shalom friends, selamat pagi.
Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan
dunia. Aku juga bisa merubah perilaku bahkan sifat manusia, karena
manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh,
bahkan meninggalkan iman keyakinannya demi aku!
Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai
aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin dan terhormat atau
terhina.
Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku. Aku juga
bukan orang ke tiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku.
Sangat jelas juga aku bukan TUHAN, tapi manusia menyembah aku seperti
TUHAN, bahkan kerap kali hamba-hamba TUHAN lebih menghormati aku,
padahal TUHAN sudah pesan jangan jadi hamba...
Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia jadi budakku.
Aku tidak mengorbankan diriku untuk siapapun, tapi banyak orang rela
mati demi aku.
Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda,
tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda. Kalau suatu hari anda di
panggil TUHAN, aku tidak bisa menemani anda, anda harus menghadap
sendiri kepada sang pencipta lalu menerima penghakiman-Nya.
Saat itu, TUHAN pasti akan bertanya, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA
MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya aku sebagai TUHAN?
Ini informasi terakhirku: AKU TIDAK ADA di SORGA !!!
Jadi...jangan cari aku disana.
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu
uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya
dengan berbagai-bagai duka." (1 Tim 6:10).
Salam sayang.
Ttd.
UANG.
Note : Silahkan di share kepada teman-temanmu yang lain agar mereka
tidak menjadikan aku sebagai tuhan.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Memberi Dengan Tulus (Tentang Persepuluhan)
Alkitab berkata, "Berilah
dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang
digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.
Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38)
Allah ingin memberkati Anda dan memakmurkan Anda dalam keuangan Anda dan di semua bidang kehidupan Anda, tetapi ada prinsip rohani yang harus kita ikuti dalam menaati dan memberikan sehingga berkat-berkat Tuhan akan tercurah atas kita!
Allah ingin memberkati Anda dan memakmurkan Anda dalam keuangan Anda dan di semua bidang kehidupan Anda, tetapi ada prinsip rohani yang harus kita ikuti dalam menaati dan memberikan sehingga berkat-berkat Tuhan akan tercurah atas kita!
Dalam Maleakhi 3:10, Tuhan berkata, "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."
Persepuluhan adalah kunci untuk berkat-berkat keuangan. Sering kali, kita ingin menerima bagian terakhir, bagian melimpah! Dan Tuhan juga ingin memberikan kita kelimpahan ! Tapi kita harus setia dan patuh dengan bagian pertama, yakni memberi.
Ketika kita patuh, yang diwujudnyatakan dengan tindakan iman kita; Lagipula, iman tanpa perbuatan adalah mati, dan itu iman kita yang menyenangkan Allah.
Ketika kemerosotan keuangan datang, tidak menjadi alasan untuk berhenti dan memberikan persepuluhan. Pada kenyataannya, kita telah belajar bahwa Tuhan tidak akan pernah tidak mencurahkan berkatNYA bagi kita.
Jika Anda tidak memberikan 10% pertama dari penghasilan Anda untuk Tuhan, Alkitab mengatakan bahwa Anda merampok Tuhan dan diri Anda sendiri karena walaupun Anda memiliki benih tapi Anda tidak akan panen. Tetapi ketika Anda menabur perpuluhan Anda kepada Tuhan, Anda dapat mengharapkan panen yang melimpah dalam keuangan Anda.
Jika Anda telah berhenti memberikan persepuluhan untuk alasan apapun, maka saya mendukung Anda untuk bertobat dan menaati Allah. Tuhan ingin memberkati kita, namun kita harus taat kepada-Nya.
Banyak Firman Tuhan yang menjelaskan tentang hal ini. silahkan Anda untuk mempelajarinya sendiri!
Ulangan 14:22-23
"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."
"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."
Amsal 3:9-10
"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."
"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."
Maleakhi 3:10
"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."
"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."
Matius 23:23
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."
2 Korintus 8:14
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."
2 Korintus 9:6-8
"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih
hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi
dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia
kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu
dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Ibrani 07:02
" Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya...."
Dimanakah Kekuatan dan Sukacita...?
Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya (I Tawarikh 16:27)
Apakah Anda perlu lebih banyak kekuatan dan sukacita dalam hidup Anda? Alkitab mengatakan kepada kita bahwa di hadapan Tuhan ada kepenuhan sukacita-yang paling berlimpah dan lengkap! Dan ketika Anda memiliki sukacita-Nya, Anda memiliki kekuatan supranatural-Nya. Tidak ada yang dapat datang menyerang Anda ketika Anda penuh dengan kekuatan dan sukacita Tuhan.
Perhatikan, ayat ini mengatakan bahwa kekuatan dan sukacita ditemukan di tempat kudus-Nya.
Perhatikan, ayat ini mengatakan bahwa kekuatan dan sukacita ditemukan di tempat kudus-Nya.
Satu terjemahan mengatakan mereka ditemukan "di mana Dia." Dan kau tahu "di mana Dia?" Roh-Nya
hidup di dalam setiap orang percaya, tetapi dalam FirmanNya Dia
berjanji bahwa Dia mendiami, atau memanifestasikan, dalam memuji
orang-Nya. Itu berarti ketika Anda mulai memuji dan menyembah Tuhan,
baik di lingkungan gereja atau pribadi dalam waktu pribadi Anda, Allah
ada di sana. Anda adalah tempat kudus-Nya.
Setiap kali Anda merasa jatuh atau kewalahan dalam kehidupan, maka saat itu juga mulailah menyanyikan lagu pujian kepada-Nya. Menyatakan kebaikan dan kesetiaan-Nya. Mendekat kepada-Nya, dan Dia akan mendekat kepada Anda. Dia akan memenuhi Anda dengan sukacita-Nya dan kekuatan untuk hidup dalam kemenangan setiap hari dalam hidup Anda!
Dahulu
kala ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri. Raja ini sangat
mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian
yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik
yang akan diberikan kepada sang isteri.
Setiap kali Anda merasa jatuh atau kewalahan dalam kehidupan, maka saat itu juga mulailah menyanyikan lagu pujian kepada-Nya. Menyatakan kebaikan dan kesetiaan-Nya. Mendekat kepada-Nya, dan Dia akan mendekat kepada Anda. Dia akan memenuhi Anda dengan sukacita-Nya dan kekuatan untuk hidup dalam kemenangan setiap hari dalam hidup Anda!
Kisah Raja Dan Istri-Istrinya
Dahulu
kala ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri. Raja ini sangat
mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian
yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik
yang akan diberikan kepada sang isteri.
Dia juga sangat memuja isteri ketiganya
dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu
karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan
meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri
keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan
hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat
sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya
hanya pada isteri keduanya karena dia bisa membantunya melalui masa-masa
sulit itu.
Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar
dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli
terhadap isteri pertamanya ini meskipun
sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk
memperhatikan isterinya itu.
Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.
Sambil merenungi kehidupannya yang
sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, “Saat ini aku memiliki 4
isteri disampingku, tapi ketika aku pergi mungkin aku akan sendiri”.
Lalu, bertanyalah ia pada isteri
keempatnya, “Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah
menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian
yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan
mengikuti dan tetap menemaniku ?”
“Tidak akan !” balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau
yang begitu tepat menusuk jantungnya. Raja yang sedih itu kemudian
berkata pada isteri ketiganya, “Aku sangat memujamu dengan seluruh
jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu
bersamaku ?”
“Tidak !” sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah ! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali !”
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.
Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya,
“Selama ini, bila aku membutuhkanmu kau selalu ada untukku. Jika nanti
aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku ?”
“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu !”
jawab isteri keduanya. “Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu
menuju pemakamanmu.”
Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata :
“Aku akan bersamamu dan menemanimu
kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa
yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan
begitu kurus seperti menderita kekurangan gizi.
Dengan penyesalan yang sangat mendalam
kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku
lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan !”
Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai “4 isteri” dalam hidup kita….
“Isteri Keempat” kita adalah tubuh kita.
Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk
membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat
kita meninggal…
Kemudian “Isteri Ketiga” kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal,
semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.
Sedangkan “Isteri Kedua” kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu
yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita
hingga ke pemakaman.
Dan akhirnya “Isteri Pertama” kita
adalah jiwa, roh, dan iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk
memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh,
atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.
Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan
baik-baik dalam hatimu sekarang ! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau
tunjukkan pada dunia…
Doa untuk hari ini :
Bapa Surgawi, terpujilah nama-Mu. Saya berterima kasih kepada-Mu Bapa untuk kebaikan-Mu dalam hidupku. Terima Kasih untuk mengisi saya dengan kekuatan-Mu dan sukacita saat aku memuji dan menyembah-Mu hari ini. Dalam Nama Yesus '. Amin.
Ada
seorang pria yang memiliki kekasih yang sangat dicintainya dengan
sepenuh hati. Apapun dilakukan demi menunjukkan rasa cintanya pada
permata hatinya ini. Suatu saat, pria ini berkata kepada kekasihnya,
“Kekasihku, aku akan memberikan apapun yang kamu minta, asalkan aku
menilai hal itu baik buatmu. Karena aku tidak ingin melihat engkau
kecewa dengan pilihanmu yang salah”.
Kisah 3 Pohon
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka..
Musim
hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana
pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara
daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.
Pada
saat Perang Dunia ke 2, ada seorang tentara Amerika yang terpisah dari
unitnya di sebuah pulau di Pasifik. Karena pertempuran sangat gencar
penuh asap dan tembakan, dia terpisah dari rekan-rekannya.
Bapa Surgawi, terpujilah nama-Mu. Saya berterima kasih kepada-Mu Bapa untuk kebaikan-Mu dalam hidupku. Terima Kasih untuk mengisi saya dengan kekuatan-Mu dan sukacita saat aku memuji dan menyembah-Mu hari ini. Dalam Nama Yesus '. Amin.
Cinta Yang Tak Berkesudahan
Ada
seorang pria yang memiliki kekasih yang sangat dicintainya dengan
sepenuh hati. Apapun dilakukan demi menunjukkan rasa cintanya pada
permata hatinya ini. Suatu saat, pria ini berkata kepada kekasihnya,
“Kekasihku, aku akan memberikan apapun yang kamu minta, asalkan aku
menilai hal itu baik buatmu. Karena aku tidak ingin melihat engkau
kecewa dengan pilihanmu yang salah”.
Hari demi hari berlalu mengiringi
perjalanan cinta mereka. Pria ini tak pernah memalingkan hatinya atau
melupakan kekasihnya. Sementara sang wanita merasa berbahagia memiliki
pria ini. Hingga suatu hari, wanita ini meminta sesuatu dari kekasihnya.
Dia menginginkan sebuah kalung dengan berlian pada liontinnya. Ketika
pia ini mendengar permintaan kekasihnya, dia menolak. Dia berkata,
“Kekasihku, bukannya aku tidak mau atau tidak bisa membelikanmu kalung
itu. Tapi sangat berbahaya bila engkau memakai kalung itu. Bila ada
orang yang gelap mata, dia akan merampas kalung itu dan kalau itu
terjadi, bukan hanya kamu yang celaka, aku juga akan sangat menderita
melihatmu seperti itu. Aku hanya tidak mau kamu mendapat celaka”. Tapi
kekasihnya terus meminta kalung itu dan tidak mau mendengar nasehatnya.
Akhirnya kalung itu pun dibeli dan dipakai oleh sang wanita.
Selang beberapa hari, apa yang
ditakutkan oleh pria ini benar-benar terjadi. Ada 2 orang penjahat yang
merampas kalung itu saat kekasihnya sedang mengendarai motor. Kalung itu
pun terampas dan wanita ini terjatuh dari motornya. Mendengar berita
ini, si pria langsung menemui kekasihnya, membawanya pulang dan
mengobati lukanya. Dengan menangis, pria ini berkata, “Mengapa engkau
tidak mau menuruti kata-kataku? Engkau mendapat celaka seperti ini, aku
merasa sepuluh kali lebih sakit daripadamu”. Wanita ini menangis, dia
menyesal dan berkata, “Maafkan aku, aku bersalah padamu karena tidak
mendengar perkataanmu dan menuruti keinginanku sendiri. Aku menyesal.
Maukah engkau memaafkan aku?”. Dengan penuh cinta kasih pria ini memeluk
kekasihnya dan berkata, “Aku memaafkanmu sejak tadi. Aku bahagia karena
aku bisa memelukmu dalam keadaan engkau masih hidup. Mulai sekarang,
turutilah perkataanku karena aku tidak pernah akan membiarkanmu celaka”.
Kekasihnya mengangguk dan mereka menangis bahagia…
SOBAT.. Bukankah cerita itu mirip dengan
hidup kita sehari-hari yang kita lewati bersama TUHAN? Tuhan adalah
pria itu dan kita adalah sang wanita. Ketika awal kita mengenal DIA,
kita berkobar-kobar dan melalui setiap detik dalam hidup dengan bahagia.
Tetapi dengan berjalannya waktu, saat kita menginginkan sesuatu dan
memohon padaNYA, seringkali permohonan kita tidak sesuai dengan kehendak
TUHAN. Tapi kita terus memaksa dan merengek seperti anak kecil. Saat
TUHAN benar-benar mengabulkan permohonan kita, belum tentu itu baik buat
kita. Malah bisa-bisa kita kecewa karena menuruti keinginan kita
sendiri. Saat itu terjadi, barulah kita ingat padaNYA, kita menyesal dan
minta ampun.
Beruntunglah karena kita memiliki ALLAH
yang Maha Pengampun. Dia tidak pernah menolak bila kita memohon ampun
atas semua kesalahan dan kekerasan hati kita.
TUHAN tidak pernah meninggalkan kita.
Tetapi seringkali kita yang meninggalkanNYA. Dan apa yang DIA lakukan?
Denga sabar DIA menunggu kita kembali padaNYA.
SOBAT, ingatlah :
Saat kita berhenti melangkah jauh dariNYA, maka DIA tersenyum…
Saat kita menoleh padaNYA, maka DIA tertawa…
Saat kita berbalik padaNYA, maka DIA membuka kedua tanganNYA…
Saat kita melangkah 1 Langkah ke arahNYA, maka DIA akan BERLARI 1000 LANGKAH MENGHAMPIRI KITA….
Sungguh cintaNYA pada kita takkan pernah berkesudahan..
Saat kita menoleh padaNYA, maka DIA tertawa…
Saat kita berbalik padaNYA, maka DIA membuka kedua tanganNYA…
Saat kita melangkah 1 Langkah ke arahNYA, maka DIA akan BERLARI 1000 LANGKAH MENGHAMPIRI KITA….
Sungguh cintaNYA pada kita takkan pernah berkesudahan..
Kisah 3 Pohon
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka..
Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin
menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu
permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya” .
Kemudian pohon kedua berkata: “Suatu
hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut
raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat
dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.
Lalu giliran pohon ketiga yang
menyampaikan impiannya: “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi
di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir
betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan
menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku” .
Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu…
Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia
sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta
karun. Tetapi, doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu
membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya
diletakkan dikandang dan setiap hari diisi dengan jerami.
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia
berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi, ia dipotong-potong dan
dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya
menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.
Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.
Tahun demi tahun berganti, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.
Kemudian suatu hari, sepasang suami
istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di
kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang
datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di
dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.
Bertahun-tahun kemudian, sekelompok
laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di
tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak
cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah
seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: “Diam!!!”
Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah
mengangkut Raja di atas segala raja.
Akhirnya, seseorang datang dan mengambil
pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek
lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini
dan mati dipuncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian
dekat dengan TUHAN, karena YESUS-lah yang disalibkan padanya…
—————————————————————————————————————-
Ketika keadaan tidak seperti yang engkau
inginkan, ketahuilah bahwa Tuhan memiliki rencana untukmu. Jika engkau
percaya pada-Nya, Ia akan memberimu berkat-berkat besar. Ketiga pohon
mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi tidak dengan cara yang
seperti mereka bayangkan. Begitu juga dengan kita, kita tidak selalu
tahu apa rencana Tuhan bagi kita. Kita hanya tahu bahwa jalan-Nya
bukanlah jalan kita, tetapi jalan-Nya adalah yang terbaik bagi kita,
selamanya…
Berkorban Itu Indah
Musim
hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana
pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara
daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.
“Apa kabar daun hijau!!!” katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang.
“Oo, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?” tanya daun hijau.
“Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?” kata ulat kecil.
“Tentu … tentu … mendekatlah ke mari.”
Daun hijau berpikir, jika aku memberikan
sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau,
hanya saja aku akan kelihatan belobang-lobang, tapi tak apalah.
Perlahan-lahan ulat menggerakkan
tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima
kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi
makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat
yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun
hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana sini, namun ia bahagia
bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar.
Tidak lama berselang ketika musim panas
datang, daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh
ke tanah, disapu orang dan dibakar.
Apa yang terlalu berarti di dalam hidup
kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Toh
akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili
orang-orang yang masih mempunyai “hati” bagi sesamanya.
Yang tidak menutup mata ketika melihat
sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak
mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong.
Ia rela melakukan sesuatu untuk
kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
tidak mudah, tetapi indah..
Ketika berkorban, diri kita sendiri
menjadi seperti daun yang berlobang, namun itu sebenarnya tidak
mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Allah akan tetap
memberkati dan memelihara kita.
Bagi “daun hijau”, berkorban merupakan
satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia
melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia
juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal
sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.
Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya
sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan
perbuatan-perbuatan baik: kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan,
kesabaran dan kerendahan hati.
Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu
yang menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda. Dalam
banyak hal kita bisa berkorban.
Mendahulukan kepentingan sesama,
melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih
banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan. Jangan lupa bahwa kita
pernah menerima pengorbanan yang tiada taranya dari Yesus hingga kita
bisa diselamatkan seperti sekarang ini.
Tuhan Dan Laba-Laba
Pada
saat Perang Dunia ke 2, ada seorang tentara Amerika yang terpisah dari
unitnya di sebuah pulau di Pasifik. Karena pertempuran sangat gencar
penuh asap dan tembakan, dia terpisah dari rekan-rekannya.
Sementara dia sendirian di dalam hutan,
dia mendengar tentara musuh mulai mendekati tempat persembunyiannya.
Berusaha untuk bersembunyi, dia mulai naik ke sebuah bukit dan menemukan
beberapa gua di sana. Secara cepat dia merangkak masuk ke dalam salah
satu gua. Dia merasa aman untuk sementara, namun dia menyadari jika
tentara musuh melihatnya merayap ke atas bukit, mereka pasti akan segera
memeriksa semua gua dan membunuhnya.
Dalam gua itu, dia mulai berdoa kepada
Tuhan,” Tuhan, jika ini kehendak-Mu, tolong lindungi aku. Apapun yang
terjadi, aku tetap mencintai-Mu dan mempercayai-Mu. Amin.”
Setelah berdoa, dia bertiarap dan mulai
mendengar tentara musuh mulai mendekatinya. Dia mulai berpikir,”Baiklah,
aku kira Tuhan tidak akan menolongku dari situasi ini.” Kemudian dia
melihat seekor laba-laba mulai membangun jaring di depan gua
persembunyiannya. Sementara dia mengawasi dan mendengar tentara musuh
yang sedang mencarinya, lala-laba itu terus membentangkan benang-benang
jaring di pintu masuk gua.
Dia terkejut dan berpikir,” Yang aku
butuhkan sekarang adalah sebuah tembok pertahanan, mengapa Tuhan malah
memberi sebuah jaring laba-laba. Pasti Tuhan sedang bercanda.” Dari
kegelapan gua, dia melihat musuh mulai mendekat dan memeriksa setiap
gua. Dia bersiap-siap untuk melakukan perlawanan terakhirnya, namun ada
yang membuatnya heran karena tentara musuh hanya melihat sekilas ke arah
gua persembunyiannya setelah itu mereka pergi begitu saja.
Tiba-tiba dia menyadari bahwa ternyata
jaring laba-laba yang ada di pintu gua telah membuat gua itu terlihat
seperti belum ada seseorang yang memasukinya. Karena kejadian itu, dia
berdoa dan minta ampun kepada Tuhan karena sudah meragukan pertolongan
Tuhan.” Tuhan, ampunilah aku. Aku lupa bahwa di dalam Engkau, jaring
laba-laba menjadi lebih kuat dari dinding beton.”
Dalam hidup ini pun kita sering
menganggap bahwa Tuhan harus menyediakan hal yang besar dan dasyat untuk
menolong hidup kita. Tetapi kita sering lupa bahwa di dalam Tuhan hal
yang kecil dan remeh bisa dipakai untuk menolong kita. “Sebab yang bodoh
dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari
Allah lebih kuat dari pada manusia.” (1 Korintus 1:25)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar